Ziarah Ke Mangadeg Makam Presiden Soeharto

oleh
ziarah ke mangadeg makam soeharto
ziarah ke mangadeg makam soeharto

Biasanya hari minggu kita isi dengan liburan atau jalan – jalan ke mall. Namun, tidak untuk hari ini. Minggu kali ini kita menuju ke makam Presiden pertama Indonesia yaitu Bapak Alm. Soeharto yang dimakamkan di Mangadeg, Karanganyar, Jawa Tengah. Jalan – jalan bersama keluarga mengunjungi makam “orang besar” yang dulu nya pernah punya sejarah di negara ini.

Soeharto yang saat itu biasa kita sebut dengan eyang sepuh, meninggal dunia pada tanggal.., Kala itu, saya yang sedang menjalankan tugas negara diperintah untuk membantu dalam proses pemakamannya. Sehingga, saya pun punya sejarah yang saat ini bisa saya ceritakan ke anak saya.

Saat itu saya sebenarnya telah selesai bertugas dinas, ketika perjalanan dari solo ke Wonogiri ditengah jalan di hubungi oleh bos untuk kembali. Bos mengabarkan bahwa “eyang sepuh” telah tiada. Tanpa banyak tanya, kami pun balik kanan dan langsung menuju mangadeg. Bos memerintahkan saya khusus untuk mengatur kedatangan para tamu negara yang pastinya akan ikut mengantarkan jenazah Bapak Soeharto dari Jakarta ke Solo.

Suasana saat itu begitu mengharukan. Di sepanjang jalan dari Solo ke Mangadeg, masyarakat seolah ingin melihat secara dekat kepergian beliau selamanya. Hampir di ruas jalan penuh sesak oleh masyarakat yang hadir, baik warga solo sendiri maupun Karanganyar.

ziarah ke mangadeg makam soeharto
ziarah ke mangadeg makam soeharto

Sore hari, sebelum jenazah datang di keesokan harinya. Kami membuka lantai tempat pemakaman yang terletak di dalam rumah makam keluarga besar Bapak Soeharto. Di bawah lantai marmer itu, sudah disediakan ruang khusus bagi keluarga Bapak Soeharto. Marmer ukuran lebar pun kami buka satu per satu, dimana jenazah nanti akan di kebumikan. Saat pertama kali palu di hentakkan, terdengar suara petir menggelegar. Saya pun kaget dan tidak menyangkanya, padahal tidak ada mendung sama sekali.

Esok harinya, saat upacara pemakaman beribu manusia hadir. Disana tidak ada yang namanya pejabat atau rakyat. Bahkan, para menteri pun naik ojek untuk bisa sampai di pemakaman. Rasa haru tiada terkira, saya pun menangis tak terasa air mata menetes. Upacara itu pun selesai dengan baik, dan hampir 6 hari saya tidak pulang ke rumah. Saat itu, istri saya sedang hamil.

Kisah Pemakaman Soeharto

Hari ini, saya ajak mereka ke Mangadeg. Saya ceritakan kisah itu pada anak dan istri saya. Bagaimana dulu, saya punya kisah sejarah ikut mengurusi pemakaman mantan orang nomor satu di Indonesia ini. Bahkan, penjaga makam pun ingat dan mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam. Salah satu penjaga makam pun, membantu kami untuk mengambil jepretan foto sebagai kenang – kenangan.

Bapak Soeharto walau sudah meninggal, namun sampai kini namanya tetap di kenang. Bagaimana beliau selama 32 tahun memimpin Indonesia tercinta ini. Bahkan, ketika masa sekarang banyak yang membandingkan, kehidupan saat dulu lebih baik daripada saat sekarang. Ini penyampaian masyarakat kecil, bahkan para petani dan masyarakat kelas menengah ke bawah. Mereka merasakan itu, dan berujar demikian.

Bagi saya, apapun saat ini yang terjadi kita tidak boleh berhenti untuk bergerak. Sesulit apapun hidup ini, kita pasti mampu menjalaninya jika kita yakin bahwa kita bisa. Membandingkan tidak merupakan solusi, ini sekedar mengenang masa lalu yang terasa damai. Saat ini beda, era nya pun sudah berubah. Tekhnologi semakin maju, komunikasi semakin cepat. Bahkan, yang saya sayangkan adalah memudarnya rasa nasionalisme bangsa ini.

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *