Telolet Itu Seperti Berdoa

oleh
om telolet om

Telolet itu seperti doa.  Sama-sama ngarep dapat respon. Yang telolet ngarep respon dari sopir bus yang dengan riang gembira memainkannya, yang berdoa ngarep respon dari Allah Tuhan yang serba Maha Kasih.

Sayangnya ada sopir bus yang cuek, sudah ngangkat keras sambil teriak, om telolet Oooom..” Eh, ada yang cuekin makwusss lewat gitu saja. Gantian yang di pinggir jalan teriak, “Huuu..!”.

Itulah kalau berharap pada manusia, Dia sama seperti kita kalau nggak mood pun kita bisa dicuekin. Benar kata Ali bin Abu Tholib, “Aku sudah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah BERHARAP PADA MANUSIA”

Bagaimana dengan berdoa? boleh enggak kita ngarep-ngarep pada Tuhan yang menciptakan kita, pemilik segala solusi, Yang Maha Kaya ? boleh banget!

Allah langsung yang minta kita berdoa baca nih perintah Tuhan kita “Ud’uuni astajib lakum…” ( QS Al Mukmin 60 ). Artinya, “Berdoalah kepadaku niscaya akan kuperkenankan (permintaan) bagimu..” atau “Fa-inni qoribun ujibu da’watad-da’i idzaa da’ani..” ( QS. Al Baqarah 186 ). Artinya “Maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa

Itu Janji Allah Langsung! Allah yang menciptakan alam raya ini !!

Cuma kita ini yang gak sabaran doa berbulan-bulan kok nggak dikabulkan yaaa ? Duh, padahal Allah sudah punya skenario terbaik. Doa itu akan terwujud. Kita yang tidak sabar terus balik badan ya sudah berantakan lagi semuanya.

Padahal para guru kita mengajarkan jika kita berdoa, hak Allah untuk langsung memutuskan apa hasilnya. Pertama, ada yang langsung dikabulkan. Kedua, ada yang ditunda dikabulkan karena Allah masih menguji kesungguhan dan keikhlasan hati kita. Ketiga, ada yang diganti dengan hal yang lebih baik dari yang kita minta namun kadang kita tidak menyadarinya. Keempat, ada yang tidak dikabulkan persis di dunia tapi nanti diganti yang jauh lebih baik di akhirat.

Masya Allah!  Telolet itu seperti berdoa, ngarep bener ada respon dari apa yang kita minta. Tapi kalau ‘telolet’ kepada manusia bakal merendahkan harga diri kita. Punya utang riba dimana-mana bukannya Taubat dan memantaskan diri agar Allah menolongnya malah curhat di sosmed dan nyinyir pada orang lain.

Ada tuh yang kayak gini, hutang saya masih banyak di mana-mana. Itu yang pada ngomong riba – riba buktikan kasih saya uang cash untuk melunasi utang saya kalau sudah lunas Saya berjanji akan menolong orang lain yang membutuhkan. Ya Ini mah cemen level Puncak.

Tapi yang ngarep bantuan pada Allah total, sampai level hati tembus ke dalam, yang dikejar ampunan Allah, dia udah gak peduli solusinya dari mana. Pokoknya perbaiki ibadah total! Memantaskan diri didepan Allah, saat itulah Allah hadir dengan buaaaanyak solusi min haitsu layah tasib ( dari jalan yang tidak terduga-duga ). Euforia “Om telolet Oooom” akan berlalu tapi “Ya Allah, kabulkanlah ya Allah” akan terus terbuka pintunya sepanjang masa..

Pilih mana ? (saptuari)

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *