Kenapa Merayakan Lebaran ?

oleh
kenapa ada lebaran

Lebaran adalah waktu yang ditunggu – tunggu oleh sebagian besar umat Islam. Lebaran atau idul fitri merupakan puncak hari kemenangan, atas apa ? Atas menangnya menguasai hawa nafsu selama bulan ramadhan. Puasa merupakan cara dan ibadah umat muslim yang diwajibkan atas orang yang beriman.

Dengan puasa kita tidak hanya menahan makan dan minum, akan tetapi yang lebih berat adalah menahan hafa nafsu. Ketika itu kita kuasai, banyak kebaikan yang kita peroleh. Puasa juga melatih kesabaran bagi manusia. Puasa juga melatih diri ikut merasakan bagaimana yang namanya orang kelaparan.

Setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh, maka tibalah saatnya hari raya idul fitri. Ini sering disebut dengan lebaran. Lebaran merupakan suatu adat istiadat pola kebiasaan yang baik dan dilestarikan. Dengan lebaran kita saling bermaaf – maafan. Segala kesalahan yang disengaja atau tidak akan lebur di hari lebaran karena saling memaafkan satu sama lainnya.

Lebaran ini merupakan istilah yang ada di Indonesia. Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui.

Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, di mana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga.

Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, dan Malaysia. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka.

Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”, memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Sumber : Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *