Kenapa Masih Terjadi Hujan Di Musim Kemarau ? Ini Jawabannya

oleh
terjadi hujan di musim kemarau
sumber : www.pixabay.com

Bulan September 2016 seharusnya cuaca di Indonesia adalah kemarau, namun masih saja terjadi hujan lebat. Kenapa hujan lebat masih terjadi di musim kemarau ? Tampaknya cuaca akhir – akhir ini tidak menentu. Terlebih ketika datang hujan deras hampir setiap hari.

Kita pun kesulitan memprediksi alur cuaca yang terjadi saat ini.  Dalam pelajaran di sekolah, kita diberikan pengetahuan bahwa musim kemarau di Indonesia antara bulan April – Oktober. Ketidaksesuaian cuaca ini disebabkan adanya air pasang di Samudera hindia sedang tinggi. Ini juga merupakan salah satu  efek adanya La Nina. Tahun 2016, menurut sumber BMKG dijelaskan bahwa La Nina meningkat kurang lebih 50 persen. Jika di Indonesia masih saja terus terjadi hujan, tidak demikian di wilayah Amerika. Di sana malahan cuaca kering.

Gejala La Nina ini diprediksi terjadi pada Juni hingga September 2016.

Biasanya setelah El Nino akan diikuti dengan terjadinya La Nina. Kalau El Nino secara sederhana mengurangi potensi terjadinya hujan sehingga kita lihat kemarau pada 2015 cukup panjang. Awal musim hujan menjadi mundur sampai ke Desember 2015. Kalau La Nina sebaliknya akan mengurangi potensi terjadinya kemarau.

Saat ini pun masih terjadi El Nino, hanya saja sudah meluruh dibandingkan puncaknya yang terjadi tahun lalu. Fenomena El Nino ini terjadi dari bulan Mei sampai Juli, puncaknya terjadi Desember 2015.

Musim hujan akan berlangsung bersamaan dengan La Nina. Sehingga kita perlu waspada terjainya bencana banjir.

Kita lihat di Garut terjadi banjir bandang yang memakan korban jiwa.

Di wilayah Jawa tengah pun juga demikian. Curah hujan sedang tinggi, hampir setiap hari terjadi hujan.

Di perkirakan juga, pegaruh El Nino di tahun 2015 yang cukup kuat akan membawa dampak La Nina yang juga menguat.

La Nina ini bisa berlangsung selama 6 bulan bahkan satu tahun.

El Nino dan La Nina sebenarnya terjadi di Samudera Pasifik. Namun Indonesia akan cukup besar terkena dampaknya.

Penyebab terjadinya La Nina adalah ketika suhu muka laut lebih dingin di Samudera Pasifik, sementara di Indonesia lebih hangat.

Akibat adanya kondisi tersebut akan mempengaruhi sirkulasi walker atmosfer, yang mendorong pertumbuhan awan hujan.

Kalau di Pasifik dingin, sirkulasi walker aktif, akibatnya ada penambahan uap air dari Pasifik ke wilayah Indonesia.

La Nina terjadi di Indonesia timur sampai arah barat, ini pun hanya di wilayah tertentu saja. Misalkan Sumatera mulai dari arah barat menuju selatan. Kemudian Kalimantan selatan ke arah Sulawesi, Papua, Jawa, Bali, dan NTT juga akan terkena La Nina.

Kondisi hujan ini memang bisa memicu banjir. Namun perlu diingat, bahwa hujan bukan satu- satunya penyebab banjir.

Menarik : Kenapa Anak Suka Maen Game ?

Jadi daerah- daerah yang daerah serapannya minim akan terkena dampak yang lebih besar. Misalkan kota-kota besar yang tingkat pembangunannya tinggi, daerah resapan airnya sudah banyak tertutup gedung-gedung.

Terutama Jakarta harus ekstra mewaspadai banjir, karena daerah resapannya saja kurang dari 20 persen. Demikian pula daerah yang kemiringannya cukup terjal harus waspadai longsor.

Terjadinya penyimpangan iklim yang memicu terjadinya cuaca ekstrim di musim kemarau tidak lepas dari beberapa faktor pengendali curah hujan seperti memanasnya suhu muka laut di perairan Indonesia.

Meningkatnya suhu muka laut di perairan Indonesia menyebabkan semakin intensifnya proses penguapan dan pembentukan awan yang menyebabkan terjadinya banyak hujan.

La Nina merupakan fenomena alam global yang ditandai dengan kondisi suhu muka laut di perairan Samudra Pasifik ekuator berada di bawah nilai normalnya (dingin), sementara kondisi suhu muka laut di perairan Benua Maritim Indonesia berada di atas nilai normalnya (hangat).

Dengan adanya fenomena ini maka masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam dampak cuaca ekstrim yang mungkin dapat terjadi terjadi di daerahnya

2 thoughts on “Kenapa Masih Terjadi Hujan Di Musim Kemarau ? Ini Jawabannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *