Kenapa Cabai Terasa Pedas ?

oleh
kenapa cabai rasanya pedas

Kemarin kita makan malam di sebuah restoran dengan menu oseng – oseng. Saat makan anaknda merasakan oseng itu cukup pedas. Lalu dia pun bertanya, papanda kenapa oseng ini pedas sekali. Papanda pun bilang, ya karena banyak cabainya nak. Dengan mengerutkan dahi, anaknda bertanya lagi kenapa cabai rasanya pedas papa?

Helloo anaknda, setau papanda ya cabai itu pedas. Trus papanda mau bilang apa, dari sono nya udah gitu rasanya. Cuma jawaban ini kok rasanya kurang pas, saat anaknda ingin tau kenapa cabai rasanya pedas. Sampai di rumah sambil ngopi di teras, papanda browsing pengetahuan di mbah Google. Eh, saat buka email kok pas banget ni ada kawan kirim tulisan yang menjawab pertanyaan itu.

Ini barangkali bisa ngejawab pertanyaan anaknda mengenai pedasnya oseng – oseng..eh cabai. Jika ada yang perlu di tambah silahkan komen dah ya, membuka wawasan kita lebih luas pastinya kan.

Bagi orang Asia baik yang menyukai makanan pedas ataupun tidak rasanya tak mungkin jika tak ada yang mengenal cabai. Bumbu dapur yang satu ini pasti tak pernah ketinggalan diantara bumbu-bumbu lainnya. Baik yang berukuran kecil yang sering kita sebut cabai rawit, maupun yang berukuran besar atau cabai besar, orang jawa menyebutnya lombok gedhe. Ada pula cabai keriting,waaaahh pasti mahal yaaa harga cabai keriting karena pakai biaya keriting ke salon dulu…heeheeheee *bercanda*.

Penyuka makanan pedas pasti tak merasa afdol jika makan tanpa cabai. Makan gorengan lalapnya cabai, makan baso, soto,mie, dan makanan berkuah lainnya pasti tambah sambal. Bahkan makan buah pun tak bisa jauh dari cabai. Dibikin rujak maksudnya.

Taukah anda kenapa cabai terasa pedas? Kenapa tak terasa dingin, asam atau asin? Sekedar meluruskan sebenarnya reseptor syaraf dalam lidah kita hanya bisa mengidentifikasi 4 rasa saja. Asam, manis, pahit, dan asin. Pedas itu hanya efek bukan rasa.

Sebenarnya apa yang sering kita sebut pedas itu tak lain adalah panas seperti  terbakar. Reaksi itu disebabkan oleh zat capsaicionids, semacam zat kimia yang tak berbau dan tak berasa. Letaknya ada didalam tangkai putih ditengah buah cabai. Jika kita membelah cabai menjadi dua maka akan kita temukan tangkai putih lunak yang biasanya di kelilingi biji cabai.

Tangkai inilah yang mengandung zat kapsain, semacam zat seperti minyak yang menyengat sel-sel dalam lidah. Jadi kita luruskan kembali yaaaa, yang menyebabkan rasa pedas itu tangkai putih didalamnya bukan cabainya. Mungkin karena biji cabai terletak di dekat tangkainya jadi ikut terasa pedas.

Anehnya meskipun cabai terasa pedas, orang tak kapok atau jera mengkonsumsinya. Tak perlu khawatir karena ternyata mengkonsumsi cabai juga banyak manfaatnya lhooo. Cabai diketahui mempunyai kandungan vitamin C yang lebih tinggi dari jeruk dan vitamin A lebih tinggi dari pada wortel. Mau tahu apa saja manfaat mengkonsumsi cabai? Diantaranya :

  1. Memperkecil peluang terserang stroke, penyumbatan darah, impotensi dan jantung koroner. Kapsain akan menjaga darah tetap encer sehingga terhindar penggumpalan kerak pembuluh darah.
  2. Meredakan pilek dan hidung tersumbat, karena ternyata kapsain bisa mengencerkan lendir. Tak perlu nunggu pilek kali yaaa jika ingin membuktikannya. Dalam keadaan sehatpun saat kita makan kepedasan pasti akan keluar lendir dari hidung kita juga kan?
  3. Bisa sebagai antibiotik alami, penghilang rasa sakit kepala seperti migrain, reumatik dan rasa nyeri.
  4. Penambah nafsu makan juga. Tapi wait yaaa, khusus ini tak disarankan untuk anak kecil apalagi baby lhooo yaaa heheehe
  5. Cabai itu kaya kalsium dan phosfor melelebihi ikan segar.

Dan masih banyak lagi mungkin manfaat dari cabai. Naaah masihkah ragu atau takut mengkonsumsi cabai? Asal tak berlebihan pasti tak akan menyebabkan sakit perut. Eeehh iyaaa, ternyata pula kadar kapsain cabai bisa diukur lhooo pakai skala Scoville. Waaahh tak mau kalah sama gempa yaaa dengan skala richternya hehehe. Menurut penelitian kandungan kapsain tertinggi itu ditemukan dalam cabai India dengan kandungan 850 ribu Scoville, sementara secara umum hanya 100 ribu Scoville saja. Bisa dibayangkan dong yaaa seberapa pedasnya?

Bagi yang tak tahan rasa pedas tenang saja, ada kok tips menghilangkan rasa pedas. Diantaranya mengkonsumsi makanan yang mengandung kasein seperti roti tawar, susu bubuk, coklat, ice cream bahkan nasi pun bisa juga kok. Sekali lagi kita luruskan bahwa pedas bukan lah rasa. Karena rasa asin, asam, pahit dan manis itu hanya bisa dirasakan oleh lidah. Sementara pedas yang sebenarnya hanya efek rasa panas atau terbakar bisa dirasakan seluruh tubuh. Terbukti jika kita oleskan cabai di kulit pasti akan menimbulkan reaksi panas juga kan?

Naaahh mulai sekarang yuuukk kita konsumsi cabai dalam ukuran wajar tentunya biar merasakan manfaatnya.Selamat mencoba….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *