Jika Barak Kotor Jatah Gaji Pun Tak Bisa Di Ambil Semua

oleh
tentang ipdn

Lika – likunya sekolah di IPDN kala itu salah satunya saat awal bulan dan gajian. Beruntungnya kami bisa masuk IPDN saat menjadi Praja sudah mendapatkan gaji. Kok Bisa bos? Sebab selain berstatus sebagai praja IPDN ( mahasiswa mahasiswi ), kita juga sudah menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Artinya, sekolah tidak sekedar sekolah menuntut ilmu, selain itu kita mendapat gaji sebagai CPNS sebab di IPDN itu ikatan dinas.

Gaji langsung masuk ke rekening Bank Jabar, saat pengambilannya ada aturan – aturan secara tidak tertulis. Ini berlaku bagi muda praja atau praja tingkat satu. Aturan itu ditetapkan oleh senior yang bertanggung jawab atas proses pendewasaan kita, mereka adalah pengganti orang tua kita di kampus (anggapan saya begitu). Nah, ketika tanggal muda tiba, gaji akan kita peroleh dan langsung masuk ke rekening. Kita tidak bisa mengambil semua hak tersebut. Pengasuh dan senior ada yang menerapkan aturan tertentu. Misal saja, bagi warga penghuni barak A boleh mengambil gaji jika barak bersih. Ini pun berlaku hampir secara umum di setiap warga barak.

Namun ada pengasuh yang berbaik hati memberikan dispensasi. Tidak semua pengasuh barak sama, jika dapat pengasuh yang sangat disiplin dan galak, sinyal aturan barak harus bersih baru boleh ambil gaji berlaku.

Berapa coba uang gaji yang bisa di ambil kala itu ? tak lebih dari 200 ribu. Bagi saya, ini lebih dari cukup untuk kebutuhan hidup sebulan. Waktu itu saya pun jarang jalan – jalan saat pesiar tiba.

Itu karena saya jarang punya uang lebih untuk jalan – jalan. Bisanya cuma cukup untuk beli kebutuhan mandi, beli makan beberapa item dan untuk kuliah misal butuh fotokopi bahan ajar yang diberikan dosen.

Jika barak kita kotor apalagi dengan kategori sangat kotor, biasanya kita mendapatkan hukuman dari pengasuh. Hukuman itu berupa tidak dijinkannya warga barak untuk mengambil uang gaji.

Kalau sudah seperti itu, kita hanya bisa mengandalkan jatah makan di Menza! Jika barak kotor, akan mendapatkan bendera hitam. Pengumuman mana barak bersih dan mana yang kotor dilaksanakan saat apel bersama. Malu itu pasti, saat barak mendapatkan bendera hitam.

Saat mendapat bendera hitam, artinya bahwa barak kita kotor dan perlu dibersihkan.Kita wajib kurvey secara korsa membersihkan barak itu. Nah, selama sebulan kita harus menjaga kebersihan barak dengan baik.

Kita pun merasa malu dengan kawan di barak lainnya. Sebab, pengumuman mengenai hal itu dilakukan secara tebuka dalam apel bareng di lapangan parade.

Jika demikian yang terjadi, kita bisa gigit jari. Meratapi bukan solusi cerdas. Namun, lebih kepada baper manakala gaji tidak bisa kita terima penuh, akibat barak kotor tadi.

Saat menerima bendera hitam, seolah kita adalah tawanan. Cap jelek selalu terpatri dalam hati. Apa – apa dijadikan contoh buruk bagi yang lain. Artinya, warga barak itu banyak yang malas untuk bersih – bersih secara korsa dan kompak.

Agar di bulan selanjutnya tidak mendapatkan bendera hitam, maka kebersihan barak musti tetap terjaga. Misalpun di bulan selanjutnya masih kotor, bendera hitam akan kita dapatkan. Dan hal ini akan menghambat proses pencairan gaji. Ada nominal yang ditetapkan misal 150 ribu, dan itu pun mau tidak mau suka tidak suka kita terima.

Jadi cerita kala itu di IPDN saat menjadi praja, kekompakan sangat penting dan berperan. Menjaga kebersihan barak secara bersama – sama.

Mudah – mudahan jiwa kebersamaan dan semangat korsa ini masih tetap ada hingga saat ini. Ingatlah saat barak kita kotor, imbasnya gaji tak bisa di ambil semua. Ayo kompak lagi kawan!

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *