Jangan Mudah Terpengaruh HOAX

oleh
hoax picture menzanusantara

Informasi makin beragam dan menjelaskan apapun yang ada melalui banyak media. Populer saat ini media sosial dijadikan tempat dan menjadi bagian aktifitas sehari – hari yang tak pernah lepas dari otak kita. Bahkan, tiap menit pun kadang kita tidak bisa lepas dari handphone. Sesekali melihat handphone, membuka whatsapp, facebook, instagram, Path dan lainnya. Kita ingin tahu suasana dunia maya, sedangkan didepan kita kadang tidak kita perdulikan.

HOAX sebagai Monster Pikiranmu

Hoax, merupakan berita yang belum jelas kebenarannya. Kemudian diolah sedemikian rupa dan di bagikan agar diketahui orang lain melalui media. Hoax seakan – akan memberi pengetahuan, namun pengetahuan itu adalah tidak nyata. Ketika informasi nyata, ada hal yang disengaja berbeda dengan tujuan tertentu. Bahkan, ketika informasi tersebut menjadi sebuah keyakinan dalam diri kita, otak kita pun terpengaruhnya. Sehingga, manakala belum benar – benar tahu yang sebenarnya, kita menganggap yang kita yakini itu sudah benar mutlak.

Jangan mudah terpengaruh hoax. Sebab, jika apa yang kamu baca lalu kamu yakini benar namun tidak benar dan kemudian kamu juga menyebarkan informasi itu, orang lain juga terpengaruh. Begitu seterusnya. Kebohongan menjadi kebiasaan yang semu, tampak tak terlihat tapi kita yakini bahwa biarlah bohong toh saya tidak mengalami kerugian. Akhirnya, jiwa busuk dan jahat kita muncul, terpengaruh dan tertawa jika melihat kerusakan yang timbul akibat hoax.

Coba, hoax juga bisa menghasilkan uang. Apa yang ada dalam pikiran mereka ketika ternak hoax kemudian disebarkan untuk tujuan memecah belah? Yang ada dalam pikiran mereka mungkin hanya materi, uang, kepuasan sex, nafsu – nafsu setan, tertawa dalam kepedihan orang lain, senang melihat kehancuran, meras tidak ada keadilan dalam diri mereka. Bahkan, mereka berpikir apa yang mereka lakukan itu dianggap benar. Ini gila.

Jika kita melihat seperti itu, apa yang ada dipikiranmu pasti sama. Mereka benar – benar terbalut hawa nafsu dan angkara. Buruk dan buruk sekali, menurut norma agama, sosial masyarakat, nilai – nilai kebaikan. Tidak ada itu semuanya. Menurut mereka, yang penting suka. Yang penting hancur, yang penting aku bisa konak, dapat uang dan ngeseks bersama. Pikirannya sudah membual dan membual, sehingga dengan terang – terangan membenci manusia yang tidak pro, membenci kebijakan yang dianggap tidak adil. Padahal, mungkin jika mereka di beri kesempatan untuk sebuah kekuasaan, mereka akan diam. Atau bahkan malah akan lebih menghancurkan.

Jadilah Pintar Jangan Merasa Pintar

Maka, bagi teman -teman, jangan mudah terpengaruh hoax. Jadilah pintar, smart dan bijaksana. Jangan asal comot lalu sebar, jangan asal baca lalu share. Apa keuntungan bagimu ? Paling – paling dalam hatimu merasa lebih duluan melempar informasi, bangga. Tidak! Itu jiwa anak – anak yang senang disanjung – sanjung. Padahal, apa yang kamu lakukan bisa menjadi sebuah petaka bagi banyak orang sebab ikut menshare berita hoax. Jadilah pintar dan membumi. Tak perlu melangit, merasa pintar segalanya. Harus di kontrol keinginan, untuk memberikan informasi yang benar namun kita tidak tau kebenarannya berdasarkan fakta atau data yang jelas.

Jangan mudah terpengaruh hoax. Kendalikan dirimu. Lebih baik baca sendiri lalu biarkan pergi dari pikiran kamu. Biarlah mereka yang bertindak curang, bertindak bodoh. Jangan diikuti. Diam saja, dan tetap bekerja sebagaimana biasa untuk mendapatkan rejeki yang halal. Bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga. Bayangkan, jika detik ini kamu tiba – tiba mati. Selesai sudah, The End!

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *