Cara Membuat Batik Dan Menjadikan Bisnis Batik Sebagai Bisnis Yang Menguntungkan

oleh
cara membuat batik

Artikel kali ini adalah tentang cara membuat batik dan menjadikan bisnis batik sebagai bisnis yang menguntungkan. Sebelum kami bahas tentang cara membuat batik, terlebih dahulu kami jelaskan bahwa saat ini bisnis batik adalah salah satu bisnis yang menguntungkan. Betapa tidak, sebab baju batik banyak di cari orang sebagai salah satu fashion yang unik. Selain sebagai fashion, batik juga merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia.

Batik adalah karya seni yang mengagumkan. Tidak setiap orang mampu untuk membuat batik. Sebelum membuat sebuah kain bercorak batik, ada alat – alat yang harus dipersiapkan. Kita juga harus memahami tentang motif – motif batik yang akan kita buat. Jika dulu para pembatik kebanyakan adalah orang tua yang mempunyai jiwa seni dan filosofi tinggi, saat ini banyak pula anak muda yang pandai dalam membuat batik. Makna dari motif tergantung dari apa yang akan disampaikan oleh pembatik.

Bisnis batik juga merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan. Banyak pengusaha batik yang sukses dengan bisnis batiknya. Dan mereka pun tidak segan untuk memberikan pengalaman – pengalaman tentang kesuksesannya. Adapun cara membuat batik dan menjadikan bisnis batik sebagai bisnis yang menguntungkan seperti yang akan kami jelaskan berikut ini.

Alat dan Bahan Untuk Membuat Batik

Sebelum membuat batik, alat – alat yang harus kita siapkan antara lain adalah :

Kain Mori

Media untuk membuat batik adalah kain putih polos yang disebut dengan kain mori. Kain ini bisa kita dapatkan di pasar – pasar tradisional yang menjual kain. Bahan dari kain ini juga beraneka ragam. Ada yang disebut dengan bahan katun, dolby, paris, santung, dan sebagainya. Kain mori adalah media yang wajib ada sebagai tempat kita menggambar motif batik

Gawangan

Gawangan adalah tempat untuk menyandarkan atau meletakkan kain mori. Gawangan bisa dibuat dari kayu atau bambu. Lebar gawangan bisa disesuaikan dengan lebar kain mori yang kita siapkan. Gawangan juga sebagai tempat menyampirkan kain, agar kita lebih mudah untuk menggambar motif pada kain tersebut

Lilin atau malam

Lilin atau malam merupakan sejenis lilin yang dipanaskan dan kemudian digunakan sebagai pemisah warna. Fungsinya adalah agar warna tidak tercampur saat kita memberikan pewarnaan pada kain mori. Ini juga sebagai pembatas antara warna yang dihasilkan pada motif gambar yang kita buat di kain mori. Dan lilin ini bentuknya padat, dan harus di cairkan atau dipanaskan.

Canting

Canting merupakan alat batik yang berfungsi untuk membentuk motif. Kepala canting merupakan wadah yang berisikan lilin cair yang telah dipanaskan sebelumnya. Bentuk canting mempunyai cucuk runcing seperti pena, dan lilin cair tersebut keluar dari cucuk canting sebagai alat menggambar motif di kain mori.

Panci dan kompor kecil

Panci digunakan untuk mewadahi lilin yang telah di panaskan. Dan kompor gunakan untuk memanasi lilin yang padat sehingga mencair dan bisa digunakan untuk menggambar motif.

Zat pewarna

Zat atau larutan pewarna bisa terdiri dari pewarna alami dan pewarna sintetis ( buatan ). Ini bisa di dapatkan di toko penjual alat dan bahan membatik. Biasanya, batik dengan menggunakan zat warna alami harga jual nya lebih mahal. Sebab cara mendapatkan zat pewarna alami juga tidak mudah. Zat pewarna alami bisa didapatkan di alam, seperti pohon, daun, akar dan lainnya yang bisa menimbulkan zat warna.

Proses Pembuatan Kain Batik

Setelah alat dan bahan kita siapkan, lalu kita melanjutkan ke langkah berikutnya yaitu proses pembuatan batik. Proses pembuatan batik dengan bahan di atas, cenderung di gunakan dalam pembuatan batik jenis batik tulis. Sebab, cara pembuatan motif, cara mewarnai motif batik, dikerjakan dengan manual. Dengan seni tangan ( handwritting ). Langkah – langkah proses pembuatan batik adalah sebagai berikut :

1. Membuat Desain Batik

Sebelum kita membuat batik, kita siapkan dulu desain motif yang akan kita gambar di kain mori. Desain ini sesuai dengan seni dan kemampuan kita dalam membuat gambar atau motif batik. Desain batik juga merupakan salah satu ciri khas keterampilan dan kecerdasan kita dalam menggambar motif batik. Tentunya kemampuan dan kecerdasan para pembatik satu dengan lainnya tidak sama. Selera masing – masing berbeda, tujuan mereka dalam membuat desain juga lain. Membuat desain batik tidak mudah, tapi bisa dipelajari. Dan untuk menghasilkan desain yang bagus, perlu waktu dan pengalaman dalam membuat desain. Membuat desain di kain mori bisa menggunakan pensil. Yang nantinya dari gambar pensil tersebut kita gambar lagi dengan menggunakan canting yang telah berisikan lilin malam.

2. Menggambar Dengan Lilin Malam ( Mencanting tahap pertama )

Langkah selanjutnya adalah menggambar dengan menggunakan lilin malam pada lukisan pensil di kain mori yang telah kita buat sebelumnya. Hal ini nantinya dimaksudkan agar warna bisa terpisah antara gambar pola yang satu dengan lainnya di kain. Dan pewarna tidak masuk dalam garis gambar yang telah kita canting dengan lilin malam. Malam cair yang telah dipanaskan kemudian diisikan ke canting lalu kita ulangi pola pensil dengan lilin malam tersebut. Canting digunakan untuk menggambar motif yang halus, atau motif gambar yang kecil. Sedangkan kita juga bisa menggunakan media lain seperti kuas. Untuk menghasilkan pola gambar yang lebar.

3. Pewarnaan Awal ( Pencelupan warna tahap pertama )

Pada tahapan ini adalah tahapan memberikan warna pada kain mori sebagai warna dasar kain. Hal ini dilakukan dengan mencelupkan kain mori yang telah kita pola tadi ke dalam zat pewarna. Pola gambar yang telah kita lapisi lilin malam tidak akan terkena zat pewarna ini.

4. Penjemuran Kain

Setelah kain kita celupkan dengan zat pewarna dasar, warna awal. Kemudian kain kita keringkan dengan menjemurnya di panas matahari. Penjemuran dengan bantuan sinar matahari akan memberi hasil yang bagus. Dalam proses penjemuran terkadang kendala yang muncul adalah ketika tidak ada sinar matahari, misal saat musim penghujan. Kain tidak bisa kering maksimal. Jika proses pengeringan menggunakan lampu dengan daya sinar yang besar, hal ini akan membuat warna menjadi pudar dan terkesan memutih. Hasilnya tidak maksimal.

5. Melakukan Canting Ulang ( Mencanting tahap kedua )

Hal ini dilakukan jika kita akan tetap mempertahankan warna yang sudah kita buat pada pewarnaan awal. Pada motif dengan warna yang kita inginkan, kita beri lapisan lilin lagi. Lapisan lilin tersebut menutupi bagian yang kita pertahankan untuk warna yang kita inginkan.

6. Pewarnaan Kedua ( Pencelupan warna tahap kedua )

Setelah kita mencanting kembali pola dengan warna yang kita pertahankan sebelumnya, kita lakukan lagi proses pewarnaan selanjutnya dengan warna lain. Kemudian kita jemur lagi untuk pengeringan. Maka pencelupan warna ini tidak akan mengenai pola yang kita lapisi lilin setelah pewarnaan pertama.

7. Menghilangkan Lilin

Selanjutnya, lilin yang masih menempel pada kain kita hilangkan dengan cara mencelupkan kain di air panas. Air panas berfungsi menghilangkan lilin yang masih menempel di kain yang kita buat tadi.

8. Proses Mencanting Kembali ( Mencanting tahap ketiga )

Setelah proses di atas, ketika kita akan memberikan warna lain setelah dua kali pewarnaan, kita lakukan lagi proses mencanting dengan lilin malam pada pola atau bagian yang tetap kita pertahankan warnanya. Artinya, bagian warna yang kita pertahankan kita tutupi dengan lilin malam. Proses pencantingan dan pencelupan warna bisa dilakukan berulang – ulang sesuai dengan warna yang kita inginkan.

9. Proses Nglorot

Proses Nglorot merupakan proses merebus kain di air panas. Tujuannya adalah agar lapisan lilin yang masih menempel di kain bisa hilang, hingga terlihat motif yang telah kita gambar sebelumnya menjadi jelas. Untuk motif yang telah kita beri lapisan lilin tidak akan hilang atau luntur, warna tidak akan tercampur. Sebab bagian atas kain masih terselimuti lilin tipis ( lilin tidak luntur semua ).

10. Proses Mencuci Kain

Nah, sekarang kain batik yang sudah jadi kita buat kemudian kita cuci dan kita keringkan dengan menjemurnya. Akhirnya, jadilah kain batik yang sesuai dengan desain yang anda inginkan, dan batik siap kita pakai.

Demikian tahapan cara membuat batik dan menjadikan bisnis batik sebagai bisnis yang menguntungkan. Setelah kita bisa membuat batik, bati tersebut bisa kita tawarkan kepada konsumen. Pemasaran bisa melalui media online maupun menawarkan langsung pada orang – orang di pasar, atau menawarkan kepada para pedagang batik. Batik yang kita hasilkan sendiri tentunya berbeda dengan batik yang dijual dipasaran. Dan inilah daya tarik batik yang kiita bisa produksi sendiri. Selamat Mencoba.

Baca : Bisnis Batik Adalah Salah Satu Peluang Bisnis Yang Menjanjikan

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *