Arti Istilah Dalam Kamus Praja IPDN

oleh
kamus praja ipdn

Sore kawan, sudah siap segelas kopinya ? Nah, mari kita simak bersama apa arti istilah dalam kamus praja IPDN seperti yang sudah kami ulas di artikel sebelumnya. Masih banyak lagi istilah yang belum tertulis di menzanusantara ini. Sebagai portal forum yang menjalin komunikasi dunia maya antara alumni IPDN, praja dan khalayak. Tentunya hal ini perlu kita tambahkan perlahan.

Harapan kami, forum ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya dimanapun berada. Bagi yang belum baca mengenai beberapa istilah dalam kamus praja, silahkan dibaca lagi Kamus Praja, Kumpulan Istilah Unik Di IPDNYuk kita flashback ke masa lalu sejenak. Istilah dalam kamus praja di artikel sebelumnya antara lain :

Deviasi

Jika di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, deviasi mempunyai arti penyimpangan. Begitu pula hal nya di dalam kehidupan praja IPDN. Deviasi maksudnya juga penyimpangan terhadap peraturan.

Penyimpangan bisa disebut juga pelanggaran atau melanggar aturan. Aturan disini adalah aturan secara tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan di kampus IPDN.

Korsa

Arti korsa sebagaimana Kamus Besar Tesaurus Indonesia atau Pusat Bahasa Kemendiknas, korsa dimaksudkan sebagai satuan pemaknaan dengan tema dasar batalion.

Hal ini mencakup istilah resimen, peleton, pasukan, bala. Di IPDN korsa merupakan sebuah istilah yang menyatakan adanya kesamaan atau kebersamaan.

Kesamaan itu terwujud dalam kesamaan tujuan, kesamaan rencana, sikap, kepedulian, perasaan dan tindakan yang mengarah pada unsur kesetiakawanan dalam sebuah kesatuan.

gedung nusantara ipdn

Menza

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak kami temukan arti khusus dari istilah ini. Namun, jika merujuk pada sebuah bahasa latin “mensa” hal ini bisa diartikan sebagai sebuah pikiran, meja, bulan. Secara harfiah ini bisa dimaknai sebagai ruang pertemuan di antara para pemikir hebat yang mengelilingi sebuah meja.

Menza di IPDN merupakan sebuah gedung besar dengan nama “Gedung Nusantara”. Menza merupakan tempat praja berkumpul untuk makan bersama.

Semua praja baik tingkat satu sampai empat pada jam makan wajib hadir di Menza. Sebelum acara makan bersama dilaksanakan upacara makan yang di pimpin oleh fungsionaris ( dulu Wahana Bina Praja ).

Lanjut >>> HALAMAN 2

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *