Arti Dan Makna Lirik Lagu Suket Teki

oleh
arti dan makna lirik lagu suket teki

Kali ini saya akan mencoba menjelaskan Arti Lirik Lagu Suket Teki dalam Bahasa Indonesia. Lagu ini dinyanyikan oleh Mas Didi Kempot. Tau kan siapa dia ? Ya, suara merdu Didi Kempot dengan nada tinggi yang khas. Lagu ini pun cepat populer, sebab selain enak di dengar lagu ini punya makna yang mendalam. Yaitu ikhlasnya seseorang yang dikhianati oleh sang kekasih.

Nah, lagu ini juga bisa menjadi inspirasi bagi anda. Jika saat ini anda sedang patah hati, nyanyikan aja lagu ini kawan. Maknai dengan sepenuh hati, supaya anda bisa semangat lagi. Namun, bagi anda yang bukan dari Jawa, barangkali agak kesulitan menemukan arti syair lagu Suket Teki ini. Oke kawan, saya akan mencoba mengartikannya dan sebelumnya mohon maaf pada Mas Didi Kempot jika apa yang saya artikan ini kurang tepat. Sebab, mungkin beliau punya maksud tersendiri.

Aku tak sing ngalah = Aku saja yang mengalah

Orang jawa cenderung suka mengalah, mengalah bukan berarti kalah. Namun hal itu dilakukan demi kebaikan semuanya, lebih baik mengalah agar tidak terjadi permasalahan yang akan merugikan semua pihak. Menjaga kedamaian dengan mengorbankan atau menarik diri dari sebuah permasalahan yang dianggapnya tidak terlalu penting untuk di permasalahkan. Jika terus di lakukan, hanya akan membuang energi dan waktu. Fokus mereka adalah bagaimana menjalani hidup dengan damai, tanpa memberikan perlawanan yang dianggap tidak imbang serta menghasilkan nilai positif. Menjaga kepentingan lebih besar, dengan mengorbankan ego pribadi sebagai salah satu sifat kesatria. Misal dalam kenegarawanan, patriotisme adalah menjaga keutuhan NKRI dengan menarik diri dari pemahaman masalah yang belum jelas. Orang jawa berprinsip bahwa hal – hal yang bisa diatasi oleh pihak yang berwenang untuk mengatasi, maka serahkan saja kepada mereka. Diam dan melihat perkembangan serta mendoakan ke arah yang lebih baik daripada tidak tau permasalahan kemudian ikut – ikutan dan bisa menimbulkan permasalahan lebih luas.

Trimo mundur timbang loro ati = Lebih baik mundur daripada sakit hati

Jika sesuatu akan membuat sakit hati ke depannya, lebih baik sakit hati saat ini dan selesai. Daripada akan terus merasakan sakit hati yang berkelanjutan, memutuskan perasaan segera setelah tau bahwa ke depannya akan lebih menyakitkan hati. Sakit hati tidak membawa manfaat yang baik, tentunya saja juga akan buang energi serta pikiran. Orang jawa menganggap bahwa masih banyak hal positif yang butuh waktu dalam prosesnya. Memanfaatkan waktu dengan baik, tidak hanya terlalu memikirkan hal yang membuat sakit hati terus menerus.

Tak oyaku wong kowe wis lali ora bakal bali = Saya kejar pun kamu sudah lupa dan tidak akan kembali

Jika sudah tahu bahwa orang yang kita cintai pun sudah pergi dan tak mungkin kembali, mereka memilih untuk diam serta mengalah saja. Mungkin ini jika dihubungkan dengan cita – cita, meraih mimpi, sangat kontras dengan semangat meraih tujuan. Akan tetapi, perlu pertimbangan bahwa sesuatu yang sia – sia nantinya pun tidak akan memberikan hasil apa – apa. Sehingga, pertimbangan matang untuk mundur karena sudah dikaji serta dilihat dengan hati. Lebih baik mengalah daripada sia – sia.

Paribasan awak urip kari balung lilo tak lakoni = Paribahasa badan hidup tinggal tulang belulang tetap dijalani

Doi melihat hal yang menyakitkan hati. Membuat dirinya pun sedih namun segera memutuskan apa yang mesti dilakukan. Walau badan jadi kurus, namun tidak sampai putus asa berlebihan. Putus asa berlebihan bisa mengakibatkan kerugian besar. Orang sakit hati, kemudian tidak bisa berbuat apa – apa dan berpikiran pendek banyak terjadi. Ada yang kemudian mereka memutuskan untuk pergi selama – lamanya dari dunia ini. Mereka bunuh diri, sungguh pikiran yang sangat cetek tidak patut di tiru. Boleh putus asa, misalnya pun sampai kurus kering namun tetap harus menjalani hidup. Tetap berdiri dan bergerak meneruskan hidup yang harus disyukuri.

Jebule janjimu jebule sumpahmu ra iso di gugu = Ternyata janji dan sumpahmu tidak bisa dipercaya

Mempercayai seseorang itu butuh kekuatan. Kekuatan untuk menerima apa adanya sumpah dan janji serta kekuatan menerima kenyataan yang tidak seperti harapan. Jika pun protes tiada guna, maka segala konsekuensi dari hal itu hanya lah pasrah kepada Tuhan. Mereka tau bahwa ada yang lebih berwenang untuk menghakimi. Bukan kita bukan siapapun, namun Tuhan lah yang berhak memberikan sangsi atau hukuman atas janji yang tidak ditepati itu.

Wong salah ora gelem ngaku salah suwe suwe sop wonge sing betah = Orang salah tidak mau mengakui kesalahannya lama – lama siapa yang akan setia

Jika orang sudah salah, namun tidak mau mengakui kesalahannya lama – lama apakah dia akan terus mendapatkan kepercayaan. Tentu tidak. Kepercayaan itu mahal, karena untuk percaya butuh energi besar memantapkan hati dan pikiran untuk mengakui, mengikuti serta menjadikan janji adalah pedomannya. Bohong itu memberikan konsekuensi ganda. Bohong sekali, ke depan dia harus menutupi kebohongannya sehingga terhitung menjadi dua kali. Bohong lagi, maka akan menjadi empat kali begitu seterusnya. Atas dasar logika, bukan cinta mati. Karena manusia pun terbatas rasa dan kesabarannya. Ketika tidak mampu bertindak, atau lebih memilih diam dan pergi, dengan pertimbangan matang adalah demi kebaikan semua. Termasuk memilih untuk tetap melanjutkan hidup lebih baik lagi.

Mripatku uwis ngerti saknyatane kowe selak golek menangmu dewe = Mataku sudah melihat kenyataannya namun kamu menghindar untuk cari menang sendiri

Kenyataan yang sudah dilihat dengan mata sendiri sebagai bukti bahwa ada hal yang tidak beres terjadi. Namun, ada yang tidak mau mengakui kesalahan tersebut dan tetap mau mencari menang sendiri. Banyak di kehidupan saat ini terjadi hal seperti itu. Endingnya adalah perdebatan yang tiada habisnya. Maka aku tak sing ngalah ( aku saja yang mengalah ), daripada berdebat kusir. Serahkan kebenaran pada-Nya. Untuk menjaga keharmonisan dalam hidup yang dirasakan damai dalam hati diri sendiri serta mencoba tetap melanjutkan hidup sebagaimana mestinya. Tidak putus asa, tidak berpikiran sempit yang akhirnya hanya akan merugikan diri kita sendiri.

Tak tandur pari malah thukule jebul suket teki = Saya tanam padi ternyata tumbuh rumput teki

Keinginan untuk hidup bersama dengan damai, memberikan manfaat kebersamaan dan saling membantu menjalani hidup antara sesama. Terkadang kenyataan tidak demikian. Orang yang sudah kita percaya, kita inginkan agar saling menghargai, saling menyayangi dan menjalani hidup baik susah maupun senang ternyata berkhianat. Menjadi benalu dalam kehidupan. Harapan kita agar tumbuh padi yang nantinya berguna akan tetapi ternyata tumbuh rumput yang tiada bermanfaat bahkan malah merusak.

arti dan makna lirik lagu suket teki

Mungkin kita pernah mengalami hal demikian. Sebaiknya, kita segera memutuskan dengan pertimbangan matang apa yang harus kita lakukan. Segera tarik diri dan diam untuk melanjutkan kehidupan lebih baik. Berkarya lagi dan tetap tersenyum. Biarkan rumput itu tetap menjadi rumput, manakala memang tidak bisa memberikan manfaat apapun. Suatu saat, rumput yang menganggu akan mati sendiri, bisa karena dibasmi juga bisa karena dimakan kambing. Dan akhirnya rumput itu hanya akan menjadi sebuah kotoran ternak.

Baca Juga : Wong “Ndeso” Rasa “Kutho”

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.