Apakah Pedagang Wajib Punya SIUP ?

oleh
pedagang buat SIUP

Saya ingin sekedar cerita mengenai pembuatan SIUP dalam usaha perdagangan. Dalam perjalanan siang tadi kami mampir di sebuah warung mie ayam bakso di daerah Sidoharjo, Wonogiri. Kebetulan, ada rekan yang bekerja di Badan Penanaman Modal Kabupaten. Kami pun bertanya mengenai bagaimana ketentuan membuat SIUP dan Apakah Pedagang Wajib Punya SIUP ?

Pertanyaan ini muncul begitu saja sebab melihat pedagang pisang yang “wong ndeso” dan berjualan di pinggir sawah. Karena saya merasa kasihan dan juga butuh beli pisang, maka saya pun membeli beberapa potongan pisang. “Harganya berapa bu ?” Tanya saya. “Yang ini 25 ribu mas ( pisang Raja Nangka )”. Wah, pisangnya gede – gede. Panjang lagi. Kalau dimakan memang nikmat dan pasti dah kenyang Cuma makan satu pisang saja.

Saya pun akhirnya beli dua potong ( lirang ) pisang itu. Saya kasih ibu itu uang sebesar 50 ribu. Wajahnya tampak senang sekali. Dan kami pun melanjutkan perjalanan pulang.

Di dalam mobil pisang ini menjadi bahan diskusi kami. Terkait apakah penjual tadi harus mempunyai SIUP. Teman saya menjawab, iya harus. Kalau tidak dia bisa dibilang “ilegal”. Nah, ini yang agak meresahkan pikiran saya. Kami pun sedikit berdebat mengenai hal itu

.

Tentunya saya mikir agak berat, Cuma menjual pisang hasil kebun sendiri kemudian di jual sendiri dengan kondisi seperti itu lalu di bilang ilegal jualannya. Saya gak sependapat.

Semua usaha diharapkan mempunyai SIUP

Tapi saya memahami maksud dari kawan saya itu. Bahwa, nanti pun ke depannya semua usaha diharapkan mempunyai SIUP. Sebab, agar terdaftar oleh pemerintah dan memudahkan segala sesuatunya misalkan untuk mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Selain itu untuk mempermudah mendapatkan pinjaman dari BANK.

Jadi begini, dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 46/M-DAG/PER/9/2009 menjelaskan hal tersebut. Permendag itu ditetapkan tanggal 16 September 2009. Walaupun pada dasarnya semua perusahaan diwajibkan mempunyai Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), namun dalam Permen tersebut terdapat pengecualian.

Pengecualian terhadap kewajiban untuk memiliki SIUP tersebut, yaitu terhadap:

  1. Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di luar sektor perdagangan
  2. Kantor Cabang atau Kantor Perwakilan

Cabang perusahaan atau perwakilan perusahaan tersebut cukup menggunakan SIUP dari Kantor Pusatnya, dengan cara melegalisir fotocopy SIUP Kantor Pusat pada instansi penerbit, dan selanjutnya mendaftarkannya ke instansi setempat yang terdapat di lokasi kantor cabang tersebut didirikan.

  1. Perusahaan Perdagangan Mikro dengan criteria sebagai berikut :
  • Usaha perseorangan atau persekutuan.

Yang dimaksud “tidak berbadan hukum” adalah tidak berbentuk badan hukum tertentu, seperti misalnya PT, yayasan ataupun Koperasi, Firma, Persekutuan Perdata (maatschap) melainkan hanya berbentuk perusahaan perorangan seperti UD, PD dan yang sejenis.

  • Kegiatan usaha di urus, dijalankan, atau dikelola oleh pemiliknya atau anggota
    keluarga/kerabat terdekat; dan
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50jt tidak termasuk tanah dan bangunan.

Walaupun dikecualikan terhadap kewajiban memiliki SIUP, namun apabila dikehendaki, perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengajukan permohonan untuk memiliki SIUP MIKRO yang berwarna hijau. Mengenai klasifikasi warna tersebut, juga terjadi perubahan, dimana pada PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA No. 9/M-DAG/PER/2006 disebutkan bahwa warna hijau tersebut justru diberikan kepada PT Terbuka yang menjual lebih dari 49% sahamnya kepada masyarakat.

Satu hal yang menarik lainnya adalah pada Permendag 46 tersebut, untuk pengajuan permohonan SIUP MIKRO untuk pertama kalinya pada Kementrian Perdagangan tersebut tidak dikenakan retribusi apapun.

Akhirnya kami pun melanjutkan diskusi melalui WA. Malah diskusi melebar yang terfokuskan pada “pisang” yang gede – gede tadi. Diskusi sempat memanas mengenai pembahasan itu, sebab dia bilang ini nanti kena UU ITE karena SARA.

Saya pun tertawa, itu bukan SARA bro..tapi SARU !!

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *