5 Cara Melatih Diri Menjadi Pemimpin Besar

oleh
stpdn kepemimpinan

Tidak banyak pemimpin yang lahir alami. Kebanyakan pemimpin bertanggung jawab untuk melatih diri agar efektif. Apakah Anda belajar dari kebijaksanaan orang lain atau mendapatkan wawasan dari pengalaman pribadi, menjadi pemimpin yang lebih efektif adalah tentang apa yang Anda lakukan, bukan yang anda ketahui.

Inilah lima hal yang dapat Anda lakukan untuk melatih diri Anda untuk menjadi pemimpin hebat :

  1. Jaga janji Anda

Jangan membuat sebuah janji dimana anda tidak yakin bisa menjalankannya. Sebab, jika tidak mampu menjaga janji ini maka kredibilitas kita akan dipertanyakan.

Menepati sebuah janji merupakan hal yang sulit dan sebuah tantangan tersendiri. Apalagi ketika kita sulit untuk memenuhinya, rasa tak menentu pun pasti kita rasakan.

Hal ini bisa menyakitkan orang yang sudah kita beri janji. Maka, komitmen untuk menepati janji adalah sebuah hal yang wajib kita lakukan.

Yang akan membunuh kredibiltasmu adalah manakala janji yang telah anda nyatakan tidak bisa anda penuhi sebagaimana apa yang telah anda janjikan.

Sebuah komitmen yang dilakukan akan menjadi hal positip, antara lain adalah pengembangan disiplin serta integritas diri.

Untuk melatihnya, anda bisa lakukan dalam ruang yang lebih kecil dulu. Misalkan saja dimulai dari keluarga anda atau teman sejawat lingkungan anda sendiri. Cobalah!

  1. Menjaga Penampilan ( performance )

Jika dalam istilah bahasa Jawa, ini disebut dengan istilah “Ajining Diri Gumantung Busono Lan Lathi”. Artinya, penampilan dan tutur kata merupakan citra diri kita kepada orang lain.

Anda akan dianggap mampu manakala tutur kata pun memberikan gambaran siapa anda sebenarnya.  Jangan berpenampilan asal – asalan saja. Pakaian bisa menjadi pengaruh yang cukup besar.

Bagaimana anda bisa mencitrakan diri dengan baik melalui contoh. Memberikan contoh baik dari segi penampilan merupakan salah satu cara agar tingkat kepercayaan orang lain meningkat. Penampilan anda bukan saja untuk diri anda sendiri, sebab orang lain pasti akan melihatnya dan menilai. Apalagi jika anda menjadi seorang pemimpin, berbagai hal bisa menyebabkan sebuah kritik untuk anda.

  1. Perlakukan orang dengan baik

Mempunyai staf atau anak buah yang loyal adalah impian setiap pemimpin. Mereka juga manusia yang sama seperti kita. Manusia normal yang butuh perhatian dan eksistensi. Perlakukan staf atau anak buah anda dengan baik.

Cara anda memperlakukan orang menjadi sebuah barometer bagaimana anda memimpin sebuah tim dan orang lain memperlakukan anda. Buatlah tim yang solid yang bisa mendukung kinerja anda. Bersikap baik dan sopan terhadap mereka, memberikan contoh nyata bukan saja teori.

  1. Tunjukkan komitmen Anda terhadap pertumbuhan pribadi dan tim

Selain anda harus mengembangkan kemampuan diri sendiri, anda juga harus mengembangkan sumber daya anak buah yang anda miliki saat ini.

Ukur kemampuan mereka serta berikan peningkatan sumber daya manusia jika ada kesempatan ruang untuk mereka.Kembangkan diri Anda dan kembangkan tim Anda. Saat Anda dan tim Anda membaik, begitu juga tingkat layanan, efisiensi operasional dan hal lainnya.

Sebagai contoh yang terjadi dalam sebuah perusahaan di luar negeri adalah Suncoast Coffee Service dan Vending adalah perusahaan kecil yang terdiri dari dua puluh karyawan yang berbasis di Tampa, Florida. Pendiri membayar karyawan untuk membaca buku yang menguntungkan baik kehidupan pribadi maupun profesional mereka. Melalui program bacaan perusahaan, yang disebut Making People Better, buku didistribusikan ke karyawan, bersamaan dengan tanggal “baca berdasarkan”. Karyawan memiliki waktu sekitar satu bulan untuk membaca buku dan diberi $ 50 setelah menyelesaikannya. Pada akhir bulan, karyawan bertemu untuk mendiskusikan buku tersebut.

  1. Mintalah Kepada staf untuk memberikan saran dan kritik

Jangan menunggu staf atau karyawan kita memberikan kritik dan saran. Namun mintalah kepada mereka untuk hal tersebut.

Dalam diskusi atau staff meeting berikan ruang untuk saling memberikan masukan. Dan ketika itu terjadi sebuah kritik untuk anda, tak perlu bereaksi yang berlebihan.

Jadikan itu sebagai sebuah hal yang membangun, segera sadari bahwa yang diberikan oleh staf atau anak buah itu adalah sesuatu yang baik.

Beberapa pemimpin bereaksi terhadap umpan balik yang tidak diminta sebagai kritik dan melewatkan kesempatan untuk belajar. Tapi menunggu karyawan Anda menjadi cukup berani untuk menawarkan umpan balik adalah proposisi yang berisiko.

Jangan tanya karyawan apa yang mereka sukai atau tidak suka dengan Anda. Anda akan mendapatkan informasi yang lebih baik dengan bertanya: “Menurut pendapat Anda, apa yang mungkin saya lakukan untuk menjadi pemimpin yang lebih efektif?”

Tentang Penulis: Eike

Gambar Gravatar
Just another person to writing world web!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *